Sebuah perusahaan menerima invoice dari vendor senilai Rp18,75 juta. Dokumen sudah diperiksa, mendapat persetujuan, dan pembayarannya berhasil diproses. Beberapa hari kemudian, invoice yang sama kembali tercatat dalam sistem dan ikut dibayarkan. Tidak ada masalah yang langsung terlihat dalam laporan keuangan, sampai tim Finance melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan menemukan bahwa satu tagihan ternyata telah dibayar dua kali.

Situasi tersebut merupakan contoh duplicate payment, atau pembayaran ganda atas kewajiban yang sama. Kesalahan ini dapat terjadi bahkan ketika perusahaan sudah menggunakan software akuntansi atau sistem ERP, terutama jika data invoice, pembayaran, dan informasi vendor tidak selalu diperiksa secara menyeluruh.

Lalu, bagaimana cara mendeteksi duplicate payment sebelum masalahnya semakin sulit ditelusuri? Jawabannya tidak selalu membutuhkan sistem baru. Perusahaan dapat memulai dari analisis data transaksi yang sudah dimiliki, kemudian menggunakan software data analytics untuk membantu menemukan pembayaran yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Apa Itu Duplicate Payment dalam Accounts Payable?

Duplicate payment adalah kondisi ketika perusahaan melakukan pembayaran lebih dari satu kali untuk tagihan atau kewajiban yang sama. Dalam proses Accounts Payable (AP), hal ini dapat terjadi akibat kesalahan pencatatan, invoice yang masuk berulang, maupun ketidaksesuaian informasi antarproses pembayaran.

Penting untuk membedakan duplicate invoice dengan duplicate payment. Dua invoice yang tercatat dengan informasi sama belum tentu berarti perusahaan sudah membayar dua kali. Bisa saja salah satu invoice dibatalkan, belum dibayar, atau hanya merupakan salinan dokumen.

Sebaliknya, duplicate payment baru dapat dipastikan setelah tim memverifikasi bahwa terdapat lebih dari satu pembayaran untuk kewajiban yang sama, tanpa alasan bisnis yang sah.

Dampaknya juga tidak berhenti pada uang yang terbayar lebih. Tim Finance perlu mengalokasikan waktu untuk menelusuri transaksi, melakukan rekonsiliasi, meminta klarifikasi vendor, dan menyelesaikan koreksi pencatatan.

Dalam benchmark Accounts Payable dari APQC, yang mencakup 1.686 perusahaan, median proporsi pembayaran duplikat atau keliru tercatat sebesar 1,5% dari jumlah pembayaran yang diproses. Angka tersebut merupakan persentase jumlah transaksi, bukan persentase nilai dana yang hilang, tetapi menunjukkan mengapa pemeriksaan pembayaran tetap relevan bagi perusahaan.

Mengapa Pembayaran Ganda Masih Bisa Terjadi?

Banyak orang menganggap pembayaran ganda hanya disebabkan oleh kelalaian memasukkan invoice yang sama dua kali. Kenyataannya, ada beberapa situasi yang dapat membuat transaksi duplikat tidak langsung terlihat.

Vendor mungkin mengirimkan ulang invoice karena mengira dokumen sebelumnya belum diterima. Invoice yang sama juga bisa masuk melalui email dan saluran administrasi lainnya, lalu diproses oleh dua orang yang berbeda. Dalam situasi lain, kesalahan pengetikan nomor invoice dapat menyebabkan sistem mengenali dokumen tersebut sebagai transaksi baru.

Misalnya, nomor invoice INV-2048 tercatat kembali sebagai INV2048. Secara visual keduanya terlihat serupa, tetapi pemeriksaan yang hanya mencari nomor invoice dengan penulisan identik bisa saja tidak menemukannya.

Tidak berarti setiap kemiripan transaksi merupakan kesalahan. Vendor dapat menerbitkan tagihan berbeda dengan nominal yang sama, atau perusahaan memiliki pembayaran bertahap yang memang sudah disepakati.

Karena itulah, deteksi duplicate payment perlu melihat beberapa informasi sekaligus, bukan sekadar mencari nominal transaksi yang muncul berulang.

Data Apa yang Perlu Diperiksa untuk Mendeteksi Duplicate Payment?

Sebelum melakukan analisis pembayaran vendor, tim perlu memastikan data transaksi memiliki informasi yang cukup untuk dibandingkan.

Beberapa informasi penting biasanya meliputi identitas atau kode vendor, nomor invoice, tanggal invoice, nilai pembayaran, mata uang, tanggal pembayaran, status transaksi, dan nomor referensi pembayaran. Apabila tersedia, informasi purchase order dan riwayat pembatalan juga dapat membantu proses verifikasi.

Kelengkapan data sangat memengaruhi hasil pemeriksaan. Dua transaksi dengan nominal sama akan sulit dinilai jika informasi vendor atau nomor invoice tidak tersedia. Begitu pula ketika data hanya berisi invoice yang diajukan, tanpa status apakah pembayaran benar-benar telah diselesaikan.

Untuk pemeriksaan awal, perusahaan dapat menggunakan data Accounts Payable yang diekspor dari sistem keuangan. Setelah itu, hasil analisis perlu dibandingkan dengan informasi pembayaran aktual agar perbedaan antara invoice duplikat dan pembayaran ganda dapat diketahui.

Cara Mendeteksi Duplicate Payment dari Data Transaksi

Pemeriksaan duplicate payment dapat dimulai dari skenario yang sederhana, kemudian diperluas apabila ditemukan informasi yang membutuhkan analisis tambahan.

Periksa vendor, nomor invoice, dan nominal yang sama

Langkah awal adalah mencari transaksi dengan kombinasi identitas vendor, nomor invoice, dan nilai pembayaran yang sama. Ketika kombinasi tersebut muncul lebih dari sekali, transaksi dapat dimasukkan ke daftar pemeriksaan.

Sebagai ilustrasi, perhatikan contoh data berikut.

Contoh ilustratif: transaksi yang perlu diverifikasi
VendorNomor InvoiceNilaiTanggal BayarStatus
V-018INV-2048Rp18.750.0004 SepPaid
V-018INV-2048Rp18.750.00012 SepPaid
V-018INV-2049Rp18.750.00030 SepPaid

Pada contoh ini, dua transaksi pertama perlu diperiksa karena memiliki vendor, nomor invoice, dan nominal yang sama, tetapi tercatat dengan tanggal pembayaran berbeda. Transaksi ketiga mempunyai nominal yang sama, namun nomor invoice berbeda sehingga tidak bisa langsung dianggap duplikat.

Tabel ini hanya ilustrasi. Untuk memastikan apakah benar terjadi pembayaran ganda, Finance tetap perlu melihat referensi bank dan dokumen pendukung dari masing-masing transaksi.

Perhatikan perbedaan penulisan nomor invoice

Pemeriksaan berikutnya adalah melihat transaksi yang memiliki informasi serupa, meskipun format nomor invoice tidak sepenuhnya sama.

Perbedaan tanda hubung, spasi, atau angka nol di depan nomor dokumen dapat membuat dua referensi terlihat berbeda dalam data. Karena itu, tim dapat mempertimbangkan pemeriksaan tambahan terhadap format nomor invoice dan membandingkannya dengan informasi vendor serta nominal pembayaran.

Skenario ini tidak selalu terjangkau oleh pemeriksaan exact match sederhana. Jika diperlukan, pengguna perlu menentukan aturan perbandingan tambahan sesuai kualitas dan struktur data yang tersedia.

Verifikasi transaksi yang terlihat ganda

Hasil analisis data sebaiknya dianggap sebagai daftar transaksi yang memerlukan pemeriksaan, bukan langsung sebagai temuan fraud.

Tim perlu memastikan apakah transaksi benar-benar telah dibayarkan dua kali, apakah ada pembatalan atau pengembalian pembayaran, atau apakah tagihan tersebut berkaitan dengan kewajiban yang berbeda.

Langkah verifikasi ini membantu menghindari kesimpulan keliru. Dua transaksi yang terlihat sama belum tentu merupakan kesalahan, tetapi transaksi yang tampak berbeda juga belum tentu berasal dari kewajiban yang berbeda.

Bagaimana AI Data Analytics Membantu Pemeriksaan Pembayaran Ganda?

Pemeriksaan pembayaran duplikat sebenarnya dapat dilakukan menggunakan Excel, formula, maupun query database. Namun, pekerjaan menjadi lebih menantang ketika jumlah transaksi bertambah atau tim harus mencoba beberapa kombinasi pemeriksaan.

Software AI data analytics dapat membantu pengguna memulai analisis tanpa harus menyusun seluruh query atau script secara manual.

Pada solusi audit analytics berbasis AI, pengguna dapat menyampaikan pertanyaan analisis dalam bahasa Inggris sederhana. Sistem kemudian membantu menyusun query berdasarkan struktur data yang tersedia dan menjalankan pemeriksaan untuk menemukan transaksi yang memenuhi kriteria.

Terdapat pula solusi yang menyediakan template pemeriksaan duplicate payment, sehingga pengguna memiliki titik awal ketika ingin menganalisis pembayaran vendor. Rekomendasi analisis berdasarkan kolom dataset juga dapat membantu menentukan pemeriksaan yang relevan dengan informasi yang tersedia.

Sebagai gambaran, ketika data memiliki kolom identitas vendor, nomor invoice, dan nominal transaksi, pengguna dapat meminta pemeriksaan terhadap kombinasi yang berulang. AI membantu proses penyusunan analisis, sementara auditor atau tim Finance tetap menentukan apakah hasilnya layak ditindaklanjuti.

Pendekatan ini berguna bagi tim yang memahami proses bisnis, tetapi tidak selalu memiliki waktu atau kemampuan programming untuk membuat analisis baru. Di samping itu, catatan query yang dijalankan dapat membantu proses dokumentasi dan penelusuran hasil pemeriksaan.

Perlu dipahami bahwa software AI analytics untuk investigasi data tidak otomatis menggantikan proses approval pembayaran atau menghentikan transaksi di sistem keuangan. Manfaat utamanya adalah membantu tim menemukan indikasi duplicate payment melalui analisis data, agar pemeriksaan lanjutan dapat dilakukan dengan lebih terarah.

Seberapa Sering Data Pembayaran Vendor Perlu Diperiksa?

Frekuensi analisis sebaiknya mempertimbangkan jumlah transaksi, tingkat risiko, dan kemampuan proses pengendalian yang sudah dimiliki perusahaan.

Organisasi dengan volume pembayaran yang tinggi mungkin membutuhkan pemeriksaan lebih sering dibanding perusahaan dengan transaksi yang relatif sedikit. Namun, untuk kebutuhan analisis ad hoc, tim juga dapat menjalankan pemeriksaan ketika sedang melakukan rekonsiliasi, audit, atau investigasi atas transaksi tertentu.

Yang penting, periode data yang digunakan cukup untuk memberikan konteks. Jika pemeriksaan hanya mengambil transaksi dari satu bulan, pembayaran yang berulang pada bulan berikutnya mungkin tidak terlihat apabila data periode sebelumnya tidak ikut dibandingkan.

Karena itu, sebelum menganalisis pembayaran ganda, pastikan cakupan data sesuai dengan tujuan pemeriksaan.

Pertanyaan Umum tentang Duplicate Payment

Apakah duplicate invoice selalu berarti pembayaran ganda?

Tidak. Duplicate invoice menunjukkan kemungkinan terdapat pencatatan atau dokumen tagihan yang berulang. Untuk memastikan duplicate payment, perusahaan perlu memverifikasi transaksi pembayaran aktual dan kewajiban yang mendasarinya.

Bisakah duplicate payment dideteksi dari Excel?

Bisa, selama data yang dibutuhkan tersedia. Excel dapat digunakan untuk membandingkan nomor invoice, vendor, dan nominal transaksi. Software analytics dapat menjadi alternatif ketika pengguna membutuhkan analisis yang lebih fleksibel atau tidak ingin menyusun query secara manual.

Apakah duplicate payment termasuk fraud?

Belum tentu. Duplicate payment dapat terjadi karena kesalahan administratif, masalah pencatatan, atau kelemahan proses pengendalian. Dugaan fraud memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dan bukti yang memadai.

Mulai dari Data Pembayaran yang Sudah Dimiliki

Mendeteksi duplicate payment tidak harus dimulai dengan mengganti sistem keuangan perusahaan. Tim Finance dan Internal Audit dapat memanfaatkan data pembayaran vendor yang sudah tersedia untuk mengidentifikasi transaksi dengan karakteristik serupa dan menentukan mana yang memerlukan verifikasi.

Melalui software AI data analytics, proses eksplorasi data dapat dilakukan dengan lebih mudah, termasuk bagi pengguna yang tidak terbiasa membuat query atau script sendiri. Dengan pemeriksaan yang tepat dan validasi yang memadai, perusahaan dapat memperoleh pemahaman lebih baik mengenai potensi pembayaran ganda dalam data transaksinya.

Apakah tim Anda ingin memeriksa kemungkinan duplicate payment dari data yang sudah dimiliki?

Actifficient menyediakan solusi AI Data Analytics untuk membantu tim Finance dan Internal Audit melakukan analisis transaksi, mengeksplorasi anomali, dan mengembangkan pemeriksaan berdasarkan struktur data yang tersedia.

Diskusikan kebutuhan analisis pembayaran vendor Anda dengan tim kami melalui halaman solusi Actifficient, atau jadwalkan demo untuk melihat pendekatan analisis yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.